Kelompok Geng Motor yang Ditakuti di Jakarta dan Bandung

Geng motor di Jakarta beberapa hari ini sedang menjadi sorotan. Pengeroyokan dan keributan yang melibatkan beberapa geng motor dan oknum TNI hingga memaksa Polisi harus mengeluarkan “geng” Patra bersama personel POM TNI untuk melawan geng motor yang sedang membuat onar akhir-akhir ini.

Namun tahukah anda bahwa geng motor tidak hanya muncul dengan kekerasan beberapa hari ini saja? Menurut data Indonesia Police Watch mengungkapkan setiap tahun lebih dari 60 orang tewas karena ulah geng motor.

Berikut beberapa kelompok geng motor yang terkenal dan ditakuti di Jakarta dan Bandung.

Young Generation (Y-GEN)
Geng motor ini berdiri sejak tahun 1990-an dan mempunyai slogan yang cukup menggetarkan, “Don’t Make Us Angry”. Y-GEN biasa keluar berkonvoi ramai-ramai terdiri dari puluhan hingga ratusan motor setelah lewat jam 12 malam, mulai dari markas mereka di daerah Tanjung Priok, dilanjutkan ke Sunter Mall, Kemayoran, Yos Sudarso, Senayan, Sudirman, Kuningan, Menteng, Senen, Pramuka, kembali ke Priok. Konvoi Y-GEN biasanya juga masuk Tol Plumpang. Ciri geng motor Y-GEN tidak safety riding alias konvoi tanpa pakai helm dan spion serta mematikan lampu. Bila kebetulan berpapasan dengan konvoi Y-GEN, sebaiknya menghindar karena geng motor ini kerap kali merampas motor yang berani berpapasan dengan mereka. Anggota Y-GEN rata-rata ABG usia SMP-SMA. Jika sedang konvoi, kelompok ini tidak takut pada polisi.


Exalt To Coitus (XTC)
XTC didirikan oleh tujuh orang siswa SMA swasta Bandung pada 31 Desember 1982 dengan slogan “Loe asik gw santai, loe usik gw bantai”. Belakangan nama Exalt To Coitus diganti menjadi Exalt To Creativity. Hingga kini anggota XTC sekitar 5 ribu orang di Jawa Barat dengan pusat di Bandung. Untuk menjadi anggota XTC harus mengikuti “masa orientasi” di Lembang terlebih dahulu. Biasanya calon akan diuji ketahanan fisik seperti ditendang, diinjak, dan dipukul. Selanjutnya tes mengendarai motor ke rumah tanpa rem. Kegiatan lainnya konvoi, adu balap, dan kriminal seperti penodongan dan perampasan. Anggota XTC banyak anak-anak dari lingkungan TNI atau Polri. Tak heran jika terjadi perang senjata api banyak beredar. Mereka kini mendirikan Sexy Road Indonesia, kumpulan gengster XTC se-Indonesia yang berpusat di Bandung, untuk memfasilitasi anggotanya yang sudah melebihi 10.000 orang se-Indonesia.


Brigez
Geng motor ini didirikan pada tahun 1980-an oleh beberapa siswa SMA 7 Bandung dengan nama Brigadir Seven. Pada tahun 1999 mereka mengubah nama kelompok mereka menjadi Brigadir Gestapu. Brigez menguasai Jalan Lengkong Besar, Lengkong Kecil, dan Jalan Sudirman. Tiap anggota baru yang akan masuk Geng Brigez harus minum darah terlebih dahulu. Polisi pernah menemukan dokumen dari anggota Brigez yang berisi tiga doktrin, yaitu musuhi polisi, lawan orang tua, dan berlaku jahat di tengah malam.


Grab on Road (GBR)
GBR berdiri pada tahun 1989 di SMPN 2 Bandung. Kelompok ini mengusung segala sesuatu yang berbau Jerman dengan bendera berwarna merah-kuning-hitam. Anggota GBR mayoritas adalah siswa-siswa SMP. Para anggota Graber, begitu mereka menyebut dirinya, menguasai Jalan Sumatera, Sunda, dan sekitarnya. Meski anggotanya tidak sebanyak XTC dan Brigez, namun GBR cukup ditakuti. Pernah kejadian pada tahun 2005 markas GBR di Margahayu akan diserang XTC, namun lama ditunggu anggota XTC tidak muncul juga, akhirnya anak-anak GBR yang langsung menyerang markas XTC.



Pacinko
Geng motor ini didirikan pada tahun 70-an oleh Johny Indo dengan nama Pasukan Cina Kota (Pacinko) karena mayoritas anggotanya adalah anak-anak keturunan Tionghoa. Meskipun anggota Pacinko kini telah pensiun namun mereka telah melahirkan geng-geng motor baru, antara lain Sebut saja Gamshi (Gabungan Anak Muda berprestasi), MGZT (Mangga Besar Anak Ibliz), Hanoman, Aligator, Green Eagle, Wild Boys, dan NSR (Night Sons Racing). Dari sejumlah geng bentukan Pacinko, hanya Wild Boys yang berbeda, anggotanya kebanyakan bukan keturunan Tionghoa. Geng Pacinko biasanya bermusuhan dengan Y-GEN.



Moonraker (M2R)
Didirikan pada 28 Oktober 1978 oleh sejumlah siswa SMA di Jalan Dago yang terinspirasi oleh film James Bond pada saat itu, Moonraker. Moonraker menguasai daerah Dago dan Dipatiukur. Bendera Moonraker berwarna merah-putih-biru dan gambar kelelawar. Gambar ini mereka adopsi dari lambang “Hell Angel”, sebuah kelompok motor di Amerika Serikat. Dalam organisasinya terdapat jabatan Panglima Perang, yang mengatur strategi ketika terjadi perang antar geng atau perebutan wilayah, dan Tim SWAT atau regu penyelamat.


Share this article :
 

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Sekilas Info - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger